Category Archives: Secercah Mentari

Filsafat Hidup Rosullullah

1. Pertama : Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat. “Wahai Rasulullah, bagaimana kriteria orang yang baik itu? Rasulullah menjawab:

Yang artinya: “Sebaik-baiknya manusia ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain”.

Kuda Mainan

Seorang anak balita tampak asyik dengan mainan barunya: kuda-kudaan. Mainan dari kayu ini berbentuk mirip kuda dengan alas kayu berbentuk setengah elips.

Ayah Super Sibuk

“Ayah lagi sibuk”, “Ayah capek ”,” Jangan ganggu Ayah lagi kerja” begitulah jawaban-jawaban yang selalu diberikan Ayah kepada Alif (5 tahun), jika Alif mengajaknya bermain bola. Kini, Alif tidak pernah lagi mengajak ayahnya bermain bola, karena ayahnya selalu menolak,dan berakhir kekecewaan pada Alief. Alief kemudian memilih bermain Playstation di kamarnya. Sang Ayahpun bersyukur, Alief tak lagi mengganggunya…

Belajar dari Pak Tino

Bagus… bagus… Iih, bagus apaan??? Segitu aja dibilang bagus, dalam hati kesal. Diambilnya lagi sebuah gambar, kali ini tentang pemandangan sebuah desa, ada pegunungan, awan yang berhiaskan burung elang, sawah, … begitu sederhana, namun lagi-lagi ia berkata, “Ini juga karya teman kalian, bagus… bagus…” sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Berkaca Pada Alam

Jika kita perhatikan batu-batu yang bertengger dipinggiran sungai, terkadang kuyup oleh sentuhan genit air-air sungai yang menghampiri walaupun mereka terus berjalan. Namun untuk beberapa lama batu-batu itu mengering oleh sinaran matahari yang menembus dari celah-celah dedaunan.

Etika Meminjam, Jangan Kalah Sama Anak-Anak!

Sore itu, anak-anak sedang ramai di Taman Bacaan saya. Tiba-tiba suara tangis pecah meningkahi keramaian. Saya buru-buru menghentikan aktifitas mencatat buku yang akan di pinjam dan turun ke halaman. Ika, gadis 5 tahun itu tengah duduk di bangku sambil tersedu-sedu menutup muka dalam rangkulan kakaknya Nisa.

Jangan Bentak Anak Itu !

Adzan Magrib baru saja berkumandang. Walaupun seharian ini hujan terus mengguyur, tak menyurutkan minat anak–anak sore itu untuk mendatangi musholla dekat tempat tinggal mereka. Sebagian ada yang didampingi orang tuanya, sebagian lagi berangkat sendiri dengan terlebih dahulu mampir ke teman sepermainan.