Asyiknya….mengajar dengan metode bercerita…….

Asyiknya bercerita tentang kelinci dan kura-kura :)

Asyiknya….mengajar  dengan metode  bercerita…….

Oleh : Lilik Suaibatul Islamiyah  , KB/TK  Alam Ar Rayyan

        Ada suatu ungkapan ”Seorang  Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Betapa tidak, bagi para pengasuh anak-anak (guru, tutor) keahian bercerita merupakan salah satu kemampuan yang wajib dikuasai. Melalui metode bercerita inilah para pengasuh mampu menularkan pengetahuan dan menanamkan nilai budi pekerti luhur secara efektif, dan anak-anak menerimanya dengan senang hati.

Bercerita merupakan jenis permainan dengan tujuan mengembangkan kemampuan berbahasa , berpikir logis, pengaturan diri , perkembangan memory yang mendalam,pertimbangan perilaku serta  pola umum dan makna cerita, karakter, ide, konsep logis dan peristiwa penting yang bermanfaat ( Yusi : 1998:40) dan menurut Hurlock  ( 1993 :2)  bercerita merupakan salah satu dari beberapa bidang kreativitas. Bercerita tidak   hanya membantu  anak melakukan penyesuaian sosial  yang baik tapi  dengan bercerita juga melatih mereka  menjadi pribadi yang baik.

Melalui kegiatan bercerita dapat memberikan  pembelajaran yang bermakna pada anak  yaitu   melalui  pesan moral  dalam cerita tersebut   diharapkan dapat  mengubah  perilaku anak. Namun  bercerita  akan menjadi  sebuah  kegiatan yang membosankan   bagi anak apabila  pendidik  kurang  kreatif  dalam mengembangkan  tehnik  bercerita.

Dalam  sebuah seminar tentang “ Teknis  bercerita dengan berbagai  media “   yang  disampaikan oleh Ibu  Anis Lystyowati  , bahwa  dari  kegiatan  dengan metode  bercerita  dapat  dikembangkan menjadi  beberapa kegiatan sehingga  cerita  yang disampaikan  oleh  pendidik  mempunyai makna dan berkesan  untuk  anak.  Pendidik awalnya  bercerita  dahulu  misalnya  cerita berjudul  “ Kelinci  dan  kura – kura “ , setelah  cerita  disampaikan  lalu  dikembangkanlah  dalam   beberapa  kegiatan  sebagai berikut :

 

  1. Permainan Adu Cepat Mengambil Wortel1.       Permainan

Misalnya  kita ambil dari cerita “ Kelinci  dan kura – kura “  , dapat  dibuat sebuah permainan   “ adu cepat mengumpulkan wortel “, disini  anak – anak berperan menjadi  kelinci  kemudian  mereka  berlomba untuk mengumpulkan wortel  dengan berbagai tehnik sesuai  indicator yang ingin dilaksanakan oleh pendidik.

 

  1. 2.       Problem solving

Dari  cerita tersebut pendidik menyampaikan sebuah  pertanyaan / problem   dan     anak – anak  diminta  untuk mencari  solusinya. Misalnya : “ Anak- anak ,  kelinci jalannya cepat   sedangkan kura – kura lambat,  nah…jika kalian jadi kura – kura bagaimana supaya bisa berlari cepat ?”….. dari pertanyaan ini  akan muncul  berbagai macam jawaban , dari  jawaban  anak – anak  tersebut  guru  membuat pernyataan  :

 

  • Aku si kura – kura rajin minum  susu , supaya badanku sehat dan kuat “
  • Aku si kura – kura rajin berolahraga supaya dapat berlari cepat “

 

  1. 3.       Pengembangan   karakter

Untuk mengembangkan pendidikan karakter dari cerita tersebut  dapat dibuat berupa sajak, tepuk  berpola, nyanyian dsb.

Misal :  “  Tepuk  kebaikan “

Rajin  …prok – prok… yes  !

Malas…prok..prok… no..! dst….

Memberikan pengalaman belajar dengan menggunakan metode bercerita memungkinkan  anak mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, maupun psikomotor masing-masing anak.Bila anak terlatih untuk mendengarkan dengan baik, maka ia akan terlatih untuk menjadi pendengar yang baik, kreatif, dan ritis.

 

One Response to Asyiknya….mengajar dengan metode bercerita…….

  1. Papa Lintang says:

    good….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *