Kunjungan ke POLRESTA Kota Malang

Pagi yang cerah dan udara yang sejuk alhamdulillah KB dan TK Alam Ar Rayyan pada hari Kamis tanggal 27 Maret 2014 mengadakan kunjungan ke Polresta Kota Malang. Kami berangkat dari sekolah pada More »

Kegiatan Adab Bertamu

Hai teman – teman .. jumpa lagi dengan Boliberm@n … Kali ini kami mengikuti kegiatan bertamu ke rumah Khansa Putri atau yang akrab disapa Acha. Kami berangkat dari sekolah menggunakan angkutan umum More »

Kegiatan Cookery dan Makan Bersama

Hai teman-teman BoLiberM@n, Apa kabar semuanya? Semoga selalu semangat ya. Nah kali ini Boliberman kembali dengan tema Cookery untuk teman-teman kelas TK A dan adik-adik Kelompok Bermain. Pagi yang sejuk dengan sinar More »

Serunya Kegiatan Berkemah

Hai teman-teman, Alhamdulillah , kali ini kita dapat berjumpa lagi dengan Boliberm@n More »

Kunjungan Ke Kantor Pos

Hai teman-teman , jumpa lagi  dengan ” Boliberm@n” .. Kali ini kita memasuki  “ Tema Alat Komunikasi ” , taukah teman-teman apa itu alat komunikasi ? ..alat komunikasi adalah segala sesuatu yang More »

 

Membuat Playdough dari Bahan Alam

image

Membuat playdough. Aman bagi anak-anak karena terbuat dari tepung terigu, garam, air dan pewarna makanan. Bermain playdough dapat melatih motorik halus, kekuatan tangan, sehingga anak siap belajar menulis. #playdough #bahanalam #safety

Bahan:

4 pewarna makanan
4 cup tepung terigu
1½ cup garam halus
1 cup air hangat
2 sdt minyak sayur
Terigu untuk menguleni adonan

Cara membuat:

Campurkan terigu dan garam dalam satu wadah. Aduk rata kemudian sisihkan.Bagi 1  cup air tadi ke 4 mangkuk yang sudah disiapkan.Berikan pewarna makanan secukupnya, jika cair masukkan sekitar 5 tetes, jika berbentuk gel cukup sekitar 3 tetes. Campur rata dengan air.Masukkan 1/2 sdt minyak ke masing-masing mangkuk. Aduk rata.Tuangkan 1 cup campuran terigu-garam untuk satu mangkuk isi air berwarna. Gunakan sendok untuk mengadok adonan hingga rata.Tabur sedikit terigu, keluarkan adonan dari mangkuk, uleni di atas taburan terigu hingga adonan kalis, tidak ada lagi adonan yang menempel di tangan. Tidak usah takut menambah terigu sedikit demi sedikit saat menguleni adonan. Feel free to add more flour if you feel your play dough still sticky! Simpan di wadah kedap udara atau plastik dengan zip lock, dan masukkan di lemari pendingin selama 30 menit hingga 1 jam untuk membuat adonan tahan lama. Setelah bermain, simpan kembali di wadah kedap udara agar adonan tidak keras dan mengering.

Oleh: Ivan Bagus Yudhistira
TK Alam Ar Rayyan

Circle Time dan Field Trip ke FPIK Kampus UB

Pagi tadi kedatangan tamu para calon Guru laki-laki dari Universitas Negeri Malang mengajak anak-anak untuk games saat circle time.

image

image

Kemudian lanjut field trip ke Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Malang. Disana anak-anak belajar banyak tentang Habitat dan perkembang biakkan Ikan.

image

image

Manasik Haji dan Perayaan Qurban 1435 H

 

Efek Negatif Hyper Parenting (Pemaksaan Kehendak Orangtua Pada Anak)

Setiap orangtua tentu menginginkan hal-hal yang terbaik untuk anak-anak mereka. Orangtua pasti ingin anak-anak mereka semua sukses di dunia dan di akhirat. Mereka ingin anak-anak-anak mereka semua dapat hidup bahagia, punya karir mantap, penghasilan yang lebih dari cukup, perilaku yang baik dan menyenangkan, dan lain sebagainya.
image

Sayangnya, tidak semua orangtua memahami bahwa masing-masing anak memiliki kepribadian, karakter, bahkan juga impian dan cita-cita. Sering kali kita sebagai orangtua memaksakan kehendak kita kepada anak-anak tanpa menimbang kemampuan, kesiapan, dan perasaan anak-anak dengan dalih karena kita ingin anak-anak kita mendapatkan yang terbaik untuk kehidupan mereka.

Kita tidak boleh menjadi orangtua yang hyper parenting, yaitu orangtua yang memaksakan kehendaknya kepada anak-anak mereka untuk mewujudkan keinginan kita sebagai orangtua. Bahkan meski itu untuk tujuan mengembangkan kemampuan dan mewujudkan kehidupan yang baik bagi mereka.

Tidak bisa dipungkiri juga, bahwa orangtua yang menerapkan pola asuh demikian (hyper parenting) biasanya mengalami masa kecil yang hampir sama. Atau, biasanya juga terjadi pada orangtua yang merasa tidak puas dengan karir atau segala hal yang mereka peroleh, sehingga mereka melampiaskannya pada anak-anak mereka.

Sebenarnya, wajar saja jika orangtua berharap anak-anak mereka dapat mewujudkan keinginan mereka. Tapi, kita pun perlu tahu bahwa memaksakan kehendak bukanlah jalan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah. Ada dampak yang bisa menjadi sangat fatal bagi anak-anak, yaitu dapat menghambat pertumbuhannya, juga dapat menimbulkan kemarahan yang berlebihan dikarenakan anak-anak merasa tidak memiliki kebebasan untuk memilih atau melakukan keinginannya sendiri.

Padahal, pada dasarnya, setiap anak-anak memiliki jiwa yang bebas dan ingin bebas. Anak-anak juga dapat berkembang dengan baik karena mereka memiliki kebebasan untuk bereksplorasi, berpendapat, juga merasa bahagia. Proses ini harus mereka lalui dalam kehidupan mereka, agar mereka dapat memaksimalkan potensi mereka, juga mengasah kecerdasan mereka dalam masa tumbuh kembang.

Bagaimana jika kita menggunakan alasan “takut jika anak-anak terjerumus pada hal-hal maksiat yang mendatangkan murka Allah”?

Bahkan meski demikian, kita tidak bisa memaksakan kehendak kita secara brutal (baca : mutlak). Harus ada proses untuk memberikan pengertian dan pemahaman, kemudian memberikan opsi-opsi dan jabaran konsekuensi yang harus mereka terima. Sebijak mungkin, jangan sampai kita menjadi orangtua yang hyper parenting. Karena sesuatu yang baik, harus disampaikan dengan cara yang baik pula, agar hasilnya pun baik.

Berikut ini adalah beberapa ciri dari orangtua yang hyper parenting :
* Sering merasa cemas secara berlebihan tentang anak-anak mereka
* Kebablasan dalam menjalankan kedisiplinan untuk anak-anak
* Senang membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan yang lain, bahkan dengan anak orang lain
* Menjadikan prestasi sebagai ukuran keberhasilan (anak didoktrin untuk selalu menjadi nomor satu) dengan mengesampingkan bahwa masing-masing anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda
* Kecewa secara berlebihan jika melihat kegagalan anak-anak, bahkan tak jarang menyalahkan guru atas kegagalan tersebut
* Tidak suka jika anak-anak mereka dikritik atau diberi masukan
* Tidak suka jika anak-anak memiliki waktu “bebas” untuk bermain bersama kawan-kawannya atau melakukan hobi yang disukainya

Sedangkan dampak atau efek negatif yang dapat timbul karena orangtua senang memaksakan kehendak mereka pada anak-anak :
* Anak-anak menjadi pemarah, emosional, pemberontak, dan pendendam
* Mudah cemas dan memiliki kekhawatiran yang berlebihan
* Sering sakit (terutama sakit kepala)
* Kurang ekspresif, kurang bisa bergaul, dan malas berbicara
* Nampak tertekan, tidak bahagia, dan tidak bergairah
* Dapat mendorong anak untuk melakukan hal-hal menyimpang.

Kunjungan ke Pabrik Kripik Tempe Sanan

Kunjungan ke Konveksi

Kegiatan Adab Bertamu ke Rumah Khansa Aqila TK B

adabbertamu_khansaTKB1 copyAssalamu’alaikum sahabat Boliberm@n, apa kabarnya? Semoga selalu sehat ya? Kali ini BoliBerm@n kembali hadir dengan kegiatan adab bertamu ke rumah Khansa Aqila Hadi.

Pagi yang cerah matahari bersinar dengan indahnya menambah keceriaan kami anak-anak TK Alam Ar Rayyan, karena pada hari ini kami akan melakukan kegiatan adab bertamu ke rumah Khansa, rumahnya tidak jauh kok dari KB/TK Alam Ar Rayyan, jadi kami cukup berjalan kaki saja menuju rumah Khansa sekaligus berolah raga pagi wah senangnya.

Setiba kami di depan rumah Khansa, tak lupa kami ucapkan permisi dan salam “Assalamu’alaikum, tok tok tok permisi….”, kemudian pintu dibukakan oleh Mama Khansa, “Wa’alaikumsalam, waahh sudah datang rupanya, ayo semuanya silahkan masuk…” jawab Mama Khansa. Kami bersalaman dengan Mama Khansa, Papa Khansa dan ada juga adiknya Khansa.

Mama dan Papa Khansa menjadi guru juga lho, kami diajak mengupas telur puyuh, lalu bermain balok susun dan bermain lainnya. Seru sekali… Setelah telur sudah kami kupas semua, lalu Mama Khansa mempersilahkan kami untuk memakannya. Hmmm nyam nyam enak sekali telur puyuh rebusnya.

Setelah puas kami bertamu dan bermain di rumah Khansa, lalu tiba saatnya untuk berpamitan. Kebetulan Papa Khansa juga akan berangkat bekerja. Terima kasih Mama dan Papa Khansa karena sudah mempersilahkan kami untuk belajar sambil bermain. :)

adabbertamu_khansaTKB2